Story

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Jumat, 20 Mei 2016

Tag:

BE A CREATIVE MOSLEM

BE A CREATIVE MOSLEM
Oleh: Anis Najmunnisa
                                    Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UPI 2013
6A

“Bekerja lebih keras tidak lebih efektif dari bekerja lebih pintar.” Jack Trout. Ungkapan tersebut sejalan dengan konsep islam, yang mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Tentu saja, untuk mewujudkan hal ini diperlukan suatu karakter khas yang harus melekat pada seorang muslim baik itu akhwat ataupun ikhwan. Salah satu hal yang mendasari kecerdasan seorang pribadi muslim adalah kreatifitas. Menurut Mary Lou Cock,”Kreatifitas adalah menemukan, menjalankan, mengembangkan, mengambil resiko, menghancurkan kebekuan, membuat kesalahan, dan menjalankan semuanya tanpa beban.”
Banyak tokoh di negara Indonesia ini yang memiliki daya tarik karakter kreatif, yang diterapkan dalam kehidupannya, sehingga mereka tumbuh menjadi sosok yang dikenang dan tidak mudah terlupakan oleh masyarakat maupun bangsa. Tubuh, jiwa, pikiran, dan hidupnya telah terbentuk dan terpola menjadi pribadi kreatif. Pribadi yang melakukan hal-hal sederhana, namun berdampak luar biasa dan maslahat bagi ummat. Diantaranya Presiden pertama Indonesia Soekarno atau lebih dikenal dengan “Bung Karno” atau “Engkus” yang merupakan sebutan dari keluarga. Dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan sebutan “Buya Hamka” atau “Hamka”. Kedua tokoh tersebut adalah cerminan Bangsa Indonesia yang memiliki karakter pribadi kreatifitas tinggi dan dibarengi oleh nilai-nilai islam yang tercermin dari akhlakul karimah.
Bung Karno adalah salah satu sosok tokoh yang diakui karakter pribadinya yang tegas, berani, dan memiliki banyak ide. Tidak hanya dikagumi oleh pribumi, namun juga bangsa asing yang memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah keberaniannya dalam mengambil keputusan. Karakter kreatifnya tercermin saat beliau diasingkan ke Pulau Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur oleh Belanda. Hidup dalam keterasingan, keterpurukan, dan dijauhi orang-orang pada saat awal kedatangannya ke Pulau yang jauh dari Jawa membuat ketahanannya terlatih dibarengi doa dan dukungan keluarga. Di pulau inilah, awal sejarah nama Indonesia dicetak, melalui pengalaman yang tidak mudah hidup berjuang di Pulau orang dengan tidak diakui keberadaannya. Hingga beliau sanggup menembus batas keras, memugar ketakutan masyarakat, mengikis kelemahan dan ketidakberdayaan, dan menanam semangat juang melawan penjajah yang terus mengeruk mental bangsa dan kekayaan alam di bumi pertiwi. Bung Karno beserta keluarga berinisiatif mengadakan pengajian rutinan untuk warga, yang didalamnya beliau telah mengkonsep sedemikian rupa untuk menanamkan rasa nasionalisme.
Hal menarik lainnya, beliau mengajarkan “Toniel” atau sebuah sandiwara, yang akhirnya dapat dipentaskan oleh warga yang cukup menggertakkan Bangsa Belanda. Sebuah pementasan drama yang mengisahkan semangat perlawanan terhadap bangsa penjajah dan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya membuat Belanda marah dan tidak terima. Atas dasar rasa kemanusiaan, seorang Pastur Belanda mengapresiasi Bung Karno dan meramalnya menjadi Bapak Bangsa Indonesia. Benarlah prediksi Bangsa Belanda akan kekhawatirannya terhadap Bung Karno, karena kecerdikannya  beliau mampu berpikir out of the box.
Berbeda halnya dengan Buya Hamka, beliau adalah salah satu tokoh pendiri Muhammadiyah, yang sangat mencintai perkembangan karakteristik kepribadian bangsanya. Menurutnya, “Dengan apa kita membuat orang tertarik? Dengan budi yang tinggi, kesopanan, ilmu pengetahuan yang luas, kesanggupan menahan hati pada perkara yang belum disepakati, dengan kecerdasan, kecepatan menarik kesimpulan, kebagusan susunan kata, kepandaian menjaga perasaan orang, dan kesanggupan menenggang.” Siapa sangka, beliau bukan hanya aktif sebagai ulama, namun juga aktif sebagai salah satu penulis bangsa ternama, diantara karyanya adalah : Pribadi Hebat, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Tassawuf Modern, dan lain-lain.
Diantara karyanya, yang berupa nonfiksi seperti novel atau puisi menggambarkan bahwa beliau adalah seorang yang memiliki tipe melankolis, rapi, sistematis, suka menyendiri, cenderung sedih, dan pemurung. Namun, siapa sangka bila orang telah mengnalnya, beliau adalah pribadi yang menyenangkan, humoris, beraut wajah ceria, dan baik hati.
Orang kreatif memiliki ciri kehidupan yang tidak biasa, ide-idenya cemerlang kreatif, inspiratif, dan mampu mendobrak keumuman. Kreatif erat kaitannya dengan emosional pribadi seseorang, karena kreatif merupakan cerminan dari artistik atau rasa estetika terhadap sesuatu hal yang unik dan mampu membuatnya luar biasa. Disamping itu, biasanya orang kreatif memiliki pandangan yang baik tentang konsep dirinya, sehingga orang lain pun menaruh nilai lebih yang unggul karena mempercayai ide pemikirannya yang disertai dengan perilaku tindakan yang sesuai dengan apa yang diyakininya. Suara hati bagi orang kreatif adalah penting dan salah satu hal yang sangat diperhatikan. Baginya, suatu perilaku dan tindakan akan melahirkan hal yang disukainya. Energinya melimpah berkali lipat daripada orang biasa, secara tidak sadar ia telah melakukan motivasi terhadap lingkungan sosialnya.
Karya merupakan hasil buah pikirannya dan mampu bermanfaat untuk orang lain, inspirasinya muncul tiba-tiba baik itu di tempat ramai, sepi yang membutuhkan penyaluran ide-idenya.  “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah.” (H.R Ahmad).
Hal yang paling penting disini, adalah menanamkan mengubah mindset bahwa kata lelah harus menjadi Lillah. Lelah akan kalah dengan Lillah, karena capek fisik akan kalah dengan perjuangan yang niatnya didasari untuk mencari keridhoan Allah. Muslim kreatif tidak hanya menyandarkan harapannya pada satu sisi saja, baik ia mengagungkan usaha ataupun hanya berdoa saja. Namun, muslim kreatif percaya bahwa usahanya harus dilakukan maksimal dan optimal dengan menyandarkan pada kekuasaan Allah.
Islam adalah amal, dan iman seorang muslim sejatinya melahirkan amal, karena pribadi muslim akan selalu bersegera dalam melakukan kebaikan. “Fastabiqul Khoirot” Al-Baqoroh : 148 yang artinya “Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan.” Keunikan orang kreatif akan tercermin dari rasa syukur saat berada dalam masa sulit, karena mereka percaya bahwa saat-saat sulit adalah masa tumbuh. Sajak yang dialunkan oleh salah satu penyair ternama Indonesia Kahlil Gibran menyebutkan ;

Selama ini kau dengar orang berkata
Bahwa hidup adalah kegelapan
Dan dalam keletihanmu kau tirukan kata-kata
Mereka yang lelah
Namun aku berkata bahwa hidup
memang kegelapan kecuali : jika ada dorongan
dan semua dorongan buta belaka,
kecuali : jika ada pekerjaan
dan segenap pekerjaan adalah sia-sia,
kecuali : jika ada kecintaan
jikalau kau bekerja dengan rasa cinta,
engkau menyatukan dirimu dengan dirimu,
kau satukan dirimu dengan orang lain,
dan sebaliknya,
serta kau dekatkan dirimu kepada Tuhan
dan apakah yang dinamakan bekerja
dengan rasa cinta?
Laksana menenun kain dengan benang
Yang ditarik dari jantungmu,
Seolah-olah kekasihmulah yang akan
Mediaminya di masa depan.
seperti menyebar benih dengan
kemesraan, dan memungut panen
dengan kegirangan,
seolah-olah kekasihmulah yang akan
makan buahnya kemudian.
.................................
Seringkali kudengar engkau berkata-kata,
Laksana menggumam dalam mimpi,
“dia yang bekerja dengan bahan pualam,
Dan menemukan didalamnya bentuk
Jiwanya sendiri, lebih tinggi martabatnya
Daripada dia, si pembajak sawah.”
“dan dia yang menangkap pelangi dilangit
Untuk dilukis warnanya, menyerupai citra
Manusia, diatas kain, derajatnya lebih
Mulia dari dia, si pembuat sandal kita.”
Namun aku berkata. Tidak didalam tidur,
Melainkan dikala jaga sepenuhnya, ketika
Matahari tinggi, bahwa angin berbisik
Tidak lebih mesra di pohon jati raksasa,
Daripada di rerumputan yang paling kecil
Dan tanpa arti.
Dan hanya dialah sungguh besar, yang
Menggubah suara angin, menjadi sebuah
Simponi, yang makin agung karena kasih
Sayangnya.
Kerja adalah kerja yang mengejewantah.
dan jika kau tiada sanggup bekerja
dengan cinta, hanya dengan enggan,
maka lebih baiklah jika engkau
meninggalkannya, lalu mengambil tempat
didepan gapura candi, meminta sedekah
dari mereka yang bekerja dengan suka
cita.
Sebab bila kau memasak roti dengan rasa
Tertekan, maka pahitlah jadinya dan
Setengah mengenyangkan.
Bilamana kau menggerutu ketika
Memeras anggur, gerutu itu meracuni air
Anggur.
Dan walaupun kau menyanyi dengan suara
Bidadari, namun hatimu tiada
Menyukainya, maka tertutuplah telinga
manusia dari segala bunyi-bunyian siang
dan suara malam hari.

Sifat kreatif dapat dilatih sejak masih muda, karena masa muda merupakan masa pencarian dan pembentukan jati diri. Industri terbesar adalah industri mendidik pemuda bangsa, pepatah mengatakan bila ingin menghancurkan suatu bangsa dan negara hancurkan saja generasi mudanya, cekoki dengan nafsu syahwat yang melalaikan. Hingga hilanglah membangun keinginan untuk menimba ilmu, keinginan untuk terkemuka, dan membangun generasi penerus bangsa.
Masa muda haruslah dilatih dan dibina untuk bermujahadah menjadi pribadi muslim yang kreatif dan tangguh dengan tetap memegang teguh ajaran nilai-nilai agama islam. Melalui sifat kreatifnya, haruslah mampu mengatur waktu dan menyelesaikan urusan dari mulai hal-hal yang kecil, karena melalui kecerdasannya orang kreatif mengendalikan waktu bukan dikendalikan bahkan digilas oleh waktu. “Time is money” begitu pepatah Barat menyebutkan, namun dalam islam, mengatur dan mengendalikan waktu adalah hal yang paling penting urgent, manusia hanya dibekali umur untuk digunakan sebaik-baiknya. Apapun aktivitasnya bila diniatkan karena Allah, maka dalam islam aktivitas itu menjadi ibadah. Tidak hanya ibadah Habluminalloh namun juga islam, melalui ajaran Rasulnya mengajarkan Habluminannas.
Orang kreatif selalu haus untuk belajar dan terus menimba pengalaman, dan setiap kegagalannya adalah satu langkah menuju kesuksesan, karena mereka yakin telah berusaha dan ada kehendak Allah yang lebih baik. Sulthan Muhammad Al-Fatih penakluk Konstantinopel adalah sosok tokoh yang tidak mengenal menyerah, sekalipun harus memindahkan kapal laut ke gunung, bersama pasukannya beliau pugar habis untuk dapat mencapai tujuannya. Andrea Hirata adalah sosok tokoh penulis yang ternama di Indonesia, sebelum karya “Laskar Pelangi”nya membooming, naskahnya pernah dibuang ke tempat sampah oleh pihak penerbit. Orang kreatif sering melamun dan berpikir, mereka percaya bahwa melalui imajinasi, hal-hal brilliant mampu diungkapkan dan diaplikasikan. Mengikuti passion adalah kehidupannya, konsep sersan serius tapi santai, berjalan dalam hidupnya tanpa beban.
Bila berkaca pada Bangsa Jepang, negara ini adalah negara yang senang membuat produk-produk unggulan, melalui proses tiruan. Namun, perlu digarisbawahi bahwa Bangsa Jepang tidak hanya meniru atau menjiplak seutuhnya, tapi mereka berinovasi menciptakan sesuatu yang lebih baik dibanding negara pemula yang membuat suatu produk tertentu, terutama dalam hal teknologi. Disamping negara ini memiliki istilah “Bushi no Kokoroe” yang artinya “Bangga pada diri sendiri” dan terkenal pula istilah “kalo kita punya barang bagus, maka gunakanlah ! kalo kita punya barang rusak, maka benahi ! kalau kita nggak punya, maka buatlah .!”
Setelah mengenal karakter orang kreatif, seorang muslim, harus mampu mengarahkan kekuatan akal dan pikirannya menjadi kebaikan dan sumber maslahat bagi ummat. Untuk mendukungnya, diperlukan sepuluh karakter yang harus kuat melekat dalam pribadi muslim. Diantaranya : salimul aqidah (aqidah yang bersih), shahihul ibadah (ibadah yang benar), matinul khuluq (akhlak yang kokoh), qowiyyul jismi (kekuatan jasmani), mutsaqqoful fikri (intelek dalam berpikir), mujahadatul linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu), harishun ala waqtihi (pandai menjaga waktu), munazhzhamun fi syuunihi (teratur dalam suatu urusan), qodirun alal kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri), nafi’un lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain).
Dengan bersandar pada Al-Qur’an dan Hadits, kehidupan seorang muslim akan terjaga, baik dari penyakit jasmani maupun rohani. Tercerminlah karakter pribadi muslim yang tersirat dari raut wajah penuh suka cita, dan pemikir intelektual yang cerdas, serta dibarengi akhlak terpuji. Pribadi muslim yang dikehendaki Al-Qur’an dan sunnah adalah pribadi yang sholeh. Pribadi yang sikap, ucapan, dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah.
Jadilah pribadi muslim sejati, yang taat beribadah pada Allah, cerdas dan cekatan dalam kehidupan sosial, selalu menebar kebaikan dan manfaat, mencintai orang lain. Siapkan diri untuk menyiapkan kualitas yang baik, dengan cara belajar bersungguh-sungguh sesuai bidang minat dan bakatnya. Persiapkan sebaik-baiknya sejak dini, tunjang dengan hal-hal yang mendukung profesi, agar menjadi pribadi muslim yang expert, ahli bahkan memimpin dalam kelompok.
Ketika seseorang belajar bersungguh-sungguh, jangan hanya meniatkan untuk mencari harta, namun dengan bertambahnya ilmu, Allah akan tunjukan jalan rezekinya. Bila ingin melihat semangat juang islam, lihatlah pada perjuangan pemuda Palestina, yang siap siaga berjaga sambil membaca dan menghafal Al-Qur’an. Kalam Allah melekat kuat dalam hati rakyat Palestina. Tekad kuat menegakkan agama islam rahmatan lil alamin, pantang menyerah walau dibombardir sedemikian rupa oleh Yahudi Israel Laknatullah.
Ketika seorang muslim berkarya, ia bagaikan sedang membangun sebuah istana yang megah, semakin kuat usaha dan perjuangannya, bahan-bahan yang dipakai untuk membangun istana adalah dari bahan-bahan yang bagus dan berkualitas handal. Ini tidak hanya berlaku di dunia saja, namun juga untuk tabungan akhirat, sejatinya ia sedang menabung untuk kehidupannya kelak.
Salah satu kunci untuk menjadi seorang pribadi muslim kreatif yang bermanfaat bagi umat adalah birrul walidain atau berbakti pada orang tua, ini adalah key of the key segala kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Dari Abdullah bin Amrin bin Ash r.a. ia berkata Nabi SAW telah bersabda : “Keridhoan Alloh itu terletak pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua. “ (H.R At-Tirmidzi). Raihlah ridho dan minta doa darinya, setiap doanya makbul tanpa hijab, langsung naik ke langit Arrasy. Kesuksesan hidup di dunia dan di akhirat akan mudah kita raih, baik bagi yang sedang menuntut ilmu, berbisnis, dan lain-lain. Buya Hamka mengatakan : “Kepada pemuda bebanmu akan berat. Jiwamu harus kuat. Tapi, aku percaya langkahmu akan jaya !”. Selamat menjadi pribadi muslim yang kreatif, maslahat bagi ummat, menyalurkan energi positif untuk melakukan perbaikan diri ke arah yang lebih baik. Be a creative moslem.

About An-Najm

Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.

0 komentar:

Posting Komentar