“Guruku”
Oleh : Anis Najmunnisa
Mahasiswa Pendidikan Sosiologi
Universitas Pendidikan Indonesia
Dengan kebaikanmu, aku memperhatikanmu
Tiap hari kamu menanamkan benih-benih
Dengan motivasi dan pengalaman hidupmu
Agar kutahu, agar kutumbuh dan agar kusukses
Chairil Anwar
Ibarat sebuah cahaya guru adalah penerang, penuntun, pendidik, dan penyampai ilmu. Mendidik dari yang tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa, tidak mengerti menjadi paham, tergesa-gesa menjadi sabar. Dialah seorang guru yang patut dimuliakan dan dihormati, renungkanlah sabda Rasulullah saw. Ini, “Pelajarilah ilmu, pelajarilah ilmu dengan ketenangan dan sikap hormat serta tawadhu’lah kepada orang yang mengajarinya.” (HR. Thabrani).
Sifat tawadhu adalah pengantar kepada pencapaian ilmu, ketinggian sifat mulia dan kehormatan diri. Apabila berbicara mengenai ilmu, maka erat kaitannya dengan sosok tokoh penting didalamnya, dia adalah guru, sosok yang berusaha mengajarkan dan memberikan yang terbaik untuk muridnya.
Melihat fenomena yang terjadi, guru yang harusnya menjadi sosok yang dimuliakan, jarang lagi dihargai, berita mengiris hati silih berganti, pemenjaraan dan penahanan guru akibat memperingatkan muridnya menjadi naas pertikaian yang berujung pada sikap tidak terima orang tua murid dan berakhir di balik jeruji tahanan. Guru di negeri ini begitu berjuang, menebarkan ilmu, membenahi akhlak, tak jarang di cap negatif oleh lingkungan akibat ulah perilaku menyimpang dari pelajar.
Guru, tugasmu tidaklah mudah, lebih-lebih lagi di era dunia tanpa batas ini, menuntut pengorbanan dan komitmen. Upaya mendidik jangan hanya dilimpahkan pada seorang guru di sekolah saja, namun harus dibarengi dengan dukungan orang tua yang sejalan dengan didikan guru disekolah. Apabila guru mengatakan A, maka orang tua di rumah pun harus senada mengatakan A. Hal ini, akan membentuk kualitas kepribadian yang baik bagi anak.
Sebuah kisah haru seorang guru dan murid yang datang dari Teddy Stoddard murid kelas 5 SD dan gurunya yang bernama Mrs. Thompson. Sebagaimana dia berdiri di depan kelas untuk anak-anak, sebagaimana kebanyakan guru juga akan melakukannya. Bahwa dia melihat semua muridnya dan berkata bahwa dia menyayangi mereka dengan cara yang sama. Mrs. Thompson terkejut ketika melihat catatan guru sebelumnya, bahwa Teddy adalah seorang anak yang periang juga cerdas.
Berbeda dengan yang ditampakannya, bahwa Teddy adalah seorang siswa yang malas, cuek, sulit bergaul, dan berpakaian lusuh. Saat itu, Mrs. Thompson menyadari sebuah masalah serius dan menjadi malu akan dirinya sendiri, saat pemberian kado hadiah Natal, Teddy membungkusnya dengan kertas cokelat yang buruk, isi kado pemberian Teddy adalah sebuah botol parfum yang telah kosong setengahnya. Teddy Stoddard tinggal agak lama di sekolah hari itu hanya untuk mengatakan Mrs. Thompson, hari ini anda mencium parfum di tangan seperti yang sering dilakukan oleh Ibuku.
Ketika anak-anak pulang, Mrs. Thompson menangis kurang lebih satu jam.
Waktu terus beranjak, hingga Teddy telah menjadi seseorang yang sukses, dan Mrs. Thompson adalah guru terbaiknya sepanjang masa. Mereka berpelukan satu sama lain, dan Dr. Stoddard berbisik kepada Mrs. Thompson. Terima kasih Mrs. Thompson telah percaya padaku, anda telah membuat aku merasa penting bahwa diriku bisa membuat perubahan. Mrs. Thompson dengan airmata membalas Teddy, kamu salah kamu sebenarnya yang mengajariku bahwa menjadi seorang guru bisa membuat perubahan, dan Aku tidak menyadarinya setelah aku bertemu denganmu.
Sepenggal kisah diatas, mengilustrasikan bagaimana seorang guru mencintai muridnya, dan muridnya memuliakan seorang gurunya, hingga ia benar-benar meraih kesuksesan dalam pendidikannya.
Untuk mendapatkan keberkahan ilmu dalam pendidikan, hendaklah seorang murid memperhatikan adab-adab untuk memuliakan dan menghormati guru, (dalam Beauty Jannaty, Keisya Avicenna, 2013 : 167 ).
1. Bersikap menuruti perintah dan nasihat guru serta meminta pendapat dan bimbingan guru dalam suatu urusan.
2. Memandang guru dengan perasaan penuh hormat dan takzim.
3. Tidak sekali-kali bersikap saling berbantahan ataupun denat yang tidak baik dengan guru.
4. Berterima kasih kepada guru atas segala ilmu yang telah diajarkan dan atas bimbingannya terhadap segala kebajikan. Begitu juga, dengan tegurannya atas segala kekurangan atau kemalasan yang pernah kita lakukan.
5. Ketika sedang belajar, senantiasa menunjukkan adab terhadap teman-teman sekelas dan siapa saja yang menghadiri majelis ilmu.
6. Ketika duduk di hdapan guru ketika belajar, duduklah dengan penuh tawadhu’, khusyu’, dan tenang.
7. Menjaga sopan santun ketika berbicara dengan guru, tidak menggunakan bahasa yang menyinggung perasaannya, dan tidak memotong pembicaraan.
8. Tidak malu untuk bertanya mengenai sesuatu yang belum jelas atas apa yang diajarkan oleh guru.
Memuliakan guru itu mudah, mengamalkan kebaikan, mengundang keridhoan Alloh SWT, langkah dan cita-cita akan mudah tercapai, melalui didikan pewaris ilmu, menularkan budi pekerti yang agung dan mulia pada para generus bangsa ini, yang sedang prihatin dengan kondisi gurunya. Guru adalah pelita, aspirasi, inspirasi, yang harus dimuliakan.
About An-Najm
Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.


0 komentar:
Posting Komentar